Langsung ke konten utama

Cara berfikir penerimaan kerja?




 Cara berfikir penerimaan kerja?
Menurut saya system yang dilakukan beberapa perusahaan salah, banyak yang mencari mahasiswa yang bernilai tinggi tapi apa mereka tidak sadar orang malas banyak, orang pintar sedikit, dan orang yang menghargai orang lain sangat sedikit. Coba perusahaan memberikan sanksi tegas kepasa siapa karyawannya yang tidak saling menghargai. Saya yakin perusahaan itu akan maju.
Analisis menurut saya,
Ø  Orang pintar yang ada di perusahaan :
·         Cenderung individual
·         Mengangap orang lain tidak lebih pintar darinya
·         Cenderung formalitas dalam bergaul
·         Cenderung mempunyai strategi dalam bergaul, Cuma ada maunya( enga berguna baginya ya... dibuang)
·         Relative pelit
·         Ya....rajin,tekun
·         Penjilat
Ø  Kerugian bagi sekitarnya, yang enga berguna baginya
o   Sikis tergangu bila di dekatnya
o   Rasa waswas dalam bergaul
o   Tidak percaya pada nya
o   Selalu berfikiran buruk, karena banyak melakukan penjilatan, orang yang kena jilat bilang dia baik
o   Rasa tertekan
Bayangkan efek menerima pegawai  yang tidak sarat utamanya menghargai orang lain dan tidak ada peraturan yang tegas dalam perusahaan .
*      Orang biasa aja dalam perusahaan tapi menghargai orang lain
ü  Cenderung bersahabat kepada siapa saja
ü  Murah senyum dan tawa
ü  Menganagp orang lain semua sama
ü  Bertutur kata sopan
ü  Relative baik
ü  Tidak penjilat
ü  Memberikan suasana nyaman dalam bekerja

*      Kerugian bagi sekitar
            Menurut saya , TIDAK ADA
*      Keuntungan bagi sekitar
ü  Rasa senang dalam bekerja bagi diri sendiri maupun orang lain
ü  Rasa kekeluargaan yang sangat besar
ü  Perusahaan akan lebih maju karena karyawan semua nyaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH JURNAL UMUM

JURNAL UMUM Jurnal umum merupakan catatan pertama atas transaksi transaksi. Pahami jurnal umum sepaham pahamnya, untuk memudahkan ke tahap selanjutnya. CONTOH JURNAL UMUM             : Tn. Arif mendirikan bengkel sepeda motor, bernama bengkel Jaya pada bulan November 2015 Berikut transaksi – transaksi yang terjadi : 1 November 2015       Tn.Arif   Memulai usaha bengkelnya dengan modal tunai Rp. 50.000.000 2 November 2015       Tn. Arif membeli peralatan bengkel secara tunai dari toko pelangi sebesar   Rp. 1.000.000 5 November 2015       Tn. Arif membeli perlengkapan bengkel secara tunai dari toko pelangi sebesar   Rp. 100.000 7 November 2015       Tn. Arif membeli perlengkapan bengkel secara kredit dari toko mathari   sebesar Rp. 500.000 12 November 2015     Menerima hasil...

Pengaruh Situasi

Pengaruh Situasi Situasi merupakan perilaku konsumen di suatu lingkungan untuk tujuan tertentu, situasi konsumen bisa berlangsung sangat singkat ( misal membeli koran saat menunggu di lampu lalu lintas), lebih lama ( berbelanja di swalayan , 10-15 menit), atau sangat lama ( mencari dan membeli kendaraan bekas, 1-7 hari). Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) mengemukakan bahwa pengaruh situasi adalah pengaruh yang muncul dari faktor-faktor yang sangat terkait dengan waktu dan tempat, yang tidak tergantung kepada konsumen dan karakteristik objek(produk atau merek) Mowen dan Minor (1998) mengemukakan bahwa situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.  Situasi konsumen terdiri dari 3 faktor yaitu tempat dan waktu, penjelasan mengapa perilaku tersebut terjadi, dan pengaruhnya terhadap perilaku konsumen. Situasi konsumen terdiri dari tiga macam: Situasi komunikasi...

Sistem Ekonomi Gerakan Benteng

Sistem Ekonomi Gerakan Benteng Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Djojohadikusumo (menteri perdagangan). Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Programnya adalah: Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit. Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju. Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangs...